

Harmoni Dua Abad Akulturasi
Sejarah Singkat Rumah Merah Heritage Lasem Diperkirakan di bangun pada tahun 1860, kavling tanah ini tercantum dalam peta lasem tahun 1887 yang di keluarkan oleh biro topografi hindia belanda.


Saksi Bisu Akulturasi Budaya
Sebelum dibeli Bapak Ir Rudy Hartono, rumah tersebut menjadi sarang burung selama 10 tahun. Rumah Merah Heritage Lasem memiliki bentuk bangunan simetris, kanan dan kiri berukuran sama, terdapat paviliun.
Rumah Merah Heritage Lasem di konservasi ulang oleh pemiliknya yaitu Ir Rudy Hartono pada tahun 2012. yang terinspirasi salah satu bangunan tua di jakarta yang bernama Candranaya, tepatnya berada di tengah dari Hotel Novotel Jakarta, yang menjadi point penting untuk mengembalikan rumah kuno ini kembali ke bentuk aslinya. Warna Merah itu sendiri terinspirasi dari bangunan Forbiden City di Beijing China. Rumah Merah Heritage Lasem terdapat bunke sepanjang 5 meter, dulunya dipakai tempat untuk bersembunyi .
Terdapat sumur tua yang dulunya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar, uniknya katrol dari sumur ini masih utuh diperkirakan usia katrol ini sama dengan usia bangunan Rumah Merah Heritage Lasem.
Menjaga Pusaka Hidup Nusantara
Kami berkomitmen melestarikan arsitektur bersejarah dan tradisi batik tulis Lasem melalui edukasi budaya yang mendalam bagi setiap generasi.



Arsip Foto Rumah Merah
Koleksi visual ini mendokumentasikan keaslian detail arsitektur peranakan, aktivitas pelestarian batik tulis, dan momen-momen khidmat di dalam lingkungan cagar budaya kami.
Rumah Merah Heritage Lasem
Menginap, Menjelajah Sejarah, Menikmati Kuliner
Navigasi
Beranda
Tentang
Penginapan
Tiket
Restoran
Galeri
Hubungi Kami
rumahmerahheritagelasem@gmail.com
+62 8211 - 4945 - 552
Jl. Karangturi Gang 4, Lasem, Jawa Tengah
© 2026 Rumah Merah Heritage Lasem-Pusaka hidup sejarah dan budaya sejak abad ke-19.
Akulturasi Tionghoa-Jawa di Lasem
